Selasa, 25 Oktober 2016

Resensi Buku Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu

            
RESENSI BUKU

Judul Buku                  : Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
Pengarang                   : Paulus Lie
Penerbit                       : ANDI Offset Yogyakarta
Jumlah Halaman          :186 Halaman
Tahun Terbit                : 2013 ( Cetakan ke-15 )
A.    Rangkuman isi Buku:
Dalam uraian pada bab 2, penulis mengatakan bahwa banyak Sekolah Minggu mengalami kemerosotan. Baik kemerosotan dari segi kualitas maupun merosot dari segi kuantitas (jumlah) anak Sekolah Minggunya. Akar masalah yang sebenarnya terdapatpada masalah kualitas pendidikan (dan pengajaran) kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena guru-guru Sekolah Minggu kurang menyadari tugasnya sebagai Guru Sekolah Minggu. Buku ini terdapat 7 bab yang terdiri dari: pujian yang kreatif, Krisis Sekolah Minggu karena pengajaran yang tanpa rencana, kurikulum mengajarkan berdoa, kreasi mengajarkan ajaran Kristen, paket acara Sekolah Minggu yang interaktif, aktivitas anak dan penerapan cerita yang modern dan interktif, serta warnasari. Selain itu juga terdapat beberapa pujian sekolah minggu yang dapat diajarkan kepada anak-anak Sekolah Minggu.

B.     Kelebihan Buku:
Menurut saya, buku ini sangat bagus dan cocok untuk dibaca oleh guru-guru Sekolah Minggu, pengajar-pengajar Kristen maupun aktivis-aktivis gereja yang terlibat dalam pelayanan khusunya pelayanan anak-anak. Hal itu disebabkan karena buku ini berisi banyak sekali cara-cara mengajar kreatif dan semuanya diuraikan secara terpadu dan detail. Setiap teknik kreatif yang sampaikan diuraikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta langkah-langkah yang berurutan sehingga sangat mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu juga, buku ini membuka kesadaran para pembaca agar menyadari pentingnya pengajaran bagi anak-anak ( Sekolah Minggu ). Dengan adanya buku ini, para pengajar-pengajar Kristen atau guru-guru Sekolah Minggu dapat dibimbing untuk melakukan proses pengajaran Sekolah Minggu yang kreatif dan menarik.
C.    Kekurangan Buku:
Secara keseluruhan buku ini sudah cukup bagus karena penjelasannya yang mudah dipahami. Tetapi mungkin bisa diberi gambar-gambar yang menunjukkan teknik mengajar yang diuraikan. Sehingga dengan melihat gambar (contoh teknik) maka pembaca dapat memahamii dengan lebih jelas lagi.
D.    Berkat yang Saya Peroleh:
Setelah membaca buku ini, saya menyadari bahwa pengajaran kepada anak-anak Sekolah Minggu tidak boleh disepelehkan. Hal ini disebabkan karena anak-anak merupakan masa depan atau generasi penerus dalam sebuah gereja. Pengajaran terhadap anak Sekolah Minggu harus juga direncanakan dengan baik sehingga pengajaran yang dilakukan tidak sia-sia tetapi mencapi tujuannya. Buku ini memberikan banyak sekali pengetahuan kepada saya dalam hal mengajar anak Sekolah Minggu secara kreatif sehingga saya bisa mempraktekkannya dalam Sekolah Minggu saya nantinya.
Tuhan Yesus Memberkati…!!!
Kezia Pujianti Parlan
UKRIM YOGYAKARTA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar