MENGATUR WAKTU DENGAN BIJAK
Manajemen waktu adalah bagaimana seseorang mampu mengatur
waktunya sedemikian rupa, sehingga tugas dan tanggung jawab yang dibebankan
kepadanya dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sadar atau
tidak, kita seringkali membuang waktu dengan percuma. Hal ini dapat kita lihat
daro tugas yang dipercayakan kepada kita tidak dapat diselesaikan tepat waktu.[1]
Time is money
adalah istilah bahasa Inggris yang umum dan telah memasyarakat. Makna dan
artinya sesuai dengan situasi kota Jakarta yang selalu sibuk. Setiap orang
berusaha memanfatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak jarang sebagian
waktu habis di perjalanan yang selalu diwarnai dengan kemacetan lalu lintas. [2]
Time is money
mempunyai arti waktu itu berharga sekali, tetapi kenyataan berharga itu
hanya berada dalam material dan sangat
disayangkan hal itu tidak dikaitkan dengan hal pelayanan kepada Tuhan atau
kebutuhan rohani. Ada pepatah umum yang lain yang mengatakan , pergunakanlah
kesempatan dalam kesempitan. Sebenarnya arti kesempatan yang sempit itu, sangat
cocok dengan kehidupan jemaat Tuhan yang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk
melakukan tugas dan janganlah menunda-nunda waktu. Sebab waktu kehidupan yang
ada didepan telah sempit, dan kita terkadang selalu ingin menunda terus, karena
dalam hati kecil kita sering mengatakan bahwa masih ada hari esok. [3]
Ada
sebuah contoh, dalam sebuah gereja ada seorang pemudi yang rindu dan ingin ikut
dalam pelayanan Sekolah Minggu, namun ia selalu menunda dengan suatu alasan
klasik yaitu dia selalu sibuk dengan urusan yang lain. Alasan yang dikemukakan
selalu menyangkut dengan waktu. Sedang menghadapi ujian akhir, sibuk dengan
pekerjaan yang baru, sedang mempersiapkan pesta perkawinwnnya, sedang hamil,
anak pertama belum bisa ditinggal. Itulah sederet alasan yang dikemukakan pada
saat ditanya oleh rekan-rekan guru Sekolah Minggu. Beberapa tahun kemudian sang
pemudi jatuh sakit yang cukup serius, yaitu mengidap kanker yang cukup ganas.
Pada saat rekan-rekan melawat kerumahnya, seketika ia teringat kembali pada
kerinduannya yang lama untuk bisa ikut melayani Sekolah Minggu. Waktu yang
selalu ditunda-tunda dan menganggap waktunya masih panjang, ternyata tidak
sepanjang yang diharapkan. Rupanya kesempatan untuk ikut pelayanan dalam
pekerjaan Tuhan sudah tidak ada lagi.
Tuhan
Yesus telah datang kedunia untuk menyelamatkan manusia dari lumpur dosa, dan
merelakan kematian-Nya dikayu salib. Sebagai orang yang telah mempeoleh
keselamatan, patutlah kita mempunyai rasa berhutang kepada Tuhan. Dan hutang
itu hanya berupa kesediaan untuk melanjutkan misi Tuhan Yesus untuk
menyelamatkan dunia dan memberitakan Injil keseluruh bumi (Matius 28 : 19).
Pentingnya Mengatur Waktu
Detik
demi detk begitu berarti, sehingga kita rugi jika tidak memanfaatkan waktu
dengan baik. Kita tidak dapat menahan perjalanan waktu sesuka kita. Akan tetapi
kita harus menyesuaikan kegiata-kegiatan kita dalam perjalanan waktu. Sebab
waktu selalu bergerak maju atau tidak pernah mundur. Peristiwa yang terjadi hari
ini tidak dapat terulang pada hari-hari berikutnya. Oleh karena itu, kita perlu
mengatur dan menggunakan waktu sebaik mungkin. Jika kita mampu mengatur waktu
dengan baik, maka kegiatan dan hidup kita berjalan tertib sehingga tidak ada
waktu yang terbuang sia-sia.[4]
Karena
itu, kita harus membuat prioritas atas kegiatan-kegiatan yang kita lakukan.
Selain itu, kita juga harus menggunakan waktu secara efisien dan efektif atau
denga kata lain mengerjakan dan menghasilkan sesuatu dengan tenaga, bbiaya, dan
waktu secara tepat serta berguna. Jika kita bermain tanpa batas waktu, maka
kita akan kehilangan waktu untuk kegiatan lain yabg sangat kita butuhkan. Lebih
dari itu, bahkan kita dapat terjerumus kedalam perbuatan-perbuatan yang awalnya
iseng ternyata berakibat buruk dan membahayakan kita. Dengan menyadari hal ini,
maka kita seharusnya memanfaatkan setiap waktu yang diberikan Allah kepada kita
dengan penuh tanggung jawab.[5]
Penggunaan
waktu menyingkapkan sampai tingkat mana kita sedang diubahkan oleh anugerah Kristus.
Waktu merupakan sebuah sumber yang kita semua miliki dalam jumlah yang sama.
Dalam Efesus 5:15-21, Paulus berkata:
Karena itu, perhatikanlah dengan
saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti
orang arif. Dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.
Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti
kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan
hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang
terhadap yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
Paulus menghubungkan
komentar-komentarnya mengenai waktu dengan relasi kita dengan orang Kristen
yang lain dan dunia. Dia berkata, ‘‘pergunakanlah waktu yang ada, karena
hari-hari ini adalah jahat’’. Terjemahan versi King James berkata, ‘‘tebuslah
waktu, karena hari-hari adalah jahat’’.
Panggilan
untuk ‘‘tebuslah waktu’’ sama dengan ‘‘memanfaatkan waktu’’. Sebuah terjemahan yang lebih literal dari ‘‘tebuslah
waktu’’ adalah ‘‘membeli waktu’’. Ini adalah sebuah waktu dari kesempatan yang
unik bagi kita untuk menunjukkan anugerah Kristus kepada orang lain. Suatu hari
akan tiba saatnya ketika Kristus kembali dalam kuasa dan kemuliaan. Maka ketika
kita menjalankan kehidupan kita dalam waktu sekarang ini, gunakanlah hingga
sepenuhnya untuk menunjukkan anugerah Kristus kepada orang lain.[6]
Cara Mengatur Waktu
Waktu adalah
sumber daya yang terbatas, tidak bisa diulang, terus berjalan dan satu hari
sama bagi semua orang, tidak bisa lebih, satu hari adalah 24 jam, yang
mengelola lebih baik akan mendapatkan hasil yang lebih pula. Hidup maksimal
adalah masalah bagaimana kita mengisi waktu yang berlangsung begitu cepat.[7]
Banyak
mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan kegiatan belajar
di kampus, mereka kesulitan membagi waktu untu belajar. Sebenarnya mahasiswa
memiliki waktu senggang yang cukup banyak, namun seringkali tidak digunakan
dengan baik. Waktu selain kuliah biasa dihabiskan dengan rutinitas seperti
shopping, fitness, jalan-jalan bahkan ada yang suka menggunakan waktu luangnya
untuk berpacaran.[8]
Memang tidak
ada cara yang ampuh yang berlaku bagi semua orang dalam manajemen waktu, selain
dengan mengenali diri sendiri dengan ebih baik, serta menentukan cara agar bisa
mempergunakan waktu dengan lebih efektif. Patut pula diingat bahwa inti dari
manajemen waktu adalah konsentrasi pada hasil, dan bukan sekadar menyibukkan
diri. Oleh karena itu, butuh cara atau tips yang mampu mengatur waktu dengan
baik, sehingga kuliah bisa lulus tepat waktu dan mendapatkan nilai terbaik.
Berikut ini ada beberapa langkah-langkah yang dapat kita ikuti dalam mengatur
waktu kita untuk lebih efektif.
Pertama,
gunakan selembar kertas dan buatlah daftar tugas. Kedua, memperkirakan berapa
banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas. Ketiga,
hilangkan tugas-tugas yang tidak perlu dari daftar kita. Apakah kita melakukan
tugas-tugas ini karena kita suka atau karena kita merasa harus? Beritahu orang
lain jika perlu. Keempat, delegasikan beberapa tugas kepada orang lain. Tulis
nama mereka disamping setiap tugas yang kita delegasikan. Kelima, prioritaskan
tugas-tugas kita dengan penomoran mereka dalam urutan terpenting.
Tips Dalam Membagi Waktu
Sebagian orang
mampu memanfaatkan waktu untuk melakukan banyak hal yang positif dan produktif.
Di lain pihak, justru menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa. Bahkan
bagaimana dengan pihak lain yang malah menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang
sama sekali tidak bermanfaat. Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua sejalan dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu membijak.
Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri. Berikut beberapa tips sederhana
yang dapat kita lakukan bersama-sama untuk melakukan pengaturan waktu yang
lebih baik.[9]
Jangan
Menunda
Salah satu
kebiasaan buruk kita adalah suka menunda. Suka menunda adalah salah satu
penyakit mental manusia, yang diciptakan oleh kita sendiri. Saat kita menunda
sesuatu, itu berarti memperlambat pencapaian tujuan kita saat ini dan
menghalangi kesempatan di masa mendatang. Dalam suatu kondisi waktu beberapa detik saja dapat menentikan nasib
seseorang. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline dan
targeting untuk tujuan yang harus dicapai.[10]
Kenali
Kegiatan yang Kita Lakukan
Memori otak
kita mungkin adalah pengingat yang payah, jika ini berhubungan dengan
menetapkan bagaimana kita melewatkan waktu. Cara terbaik untuk merekam
aktivitas kita sepanjang hari adalah dengan mencatat apa yang kita lakukan.
Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam sehari
yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat atau tindakan
yang efisien. Kurangi waktu yang kita gunakan untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau
surfing di web yang tak menghasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang
tak terlalu penting.[11]
Buat
Jadwal atau Agenda Kegiatan yang Tepat
Dalam
memanfaatkan waktu yang efisien, pembuatan jadwal dalam agenda hidup, akan
membantu kita lebih efektif dalam mengelola waktu dan menghindari dari
aktivitas yang kurang bermanfaat. Bagi kebanyakan orang waktu dilewatkan begitu
saja, tanpa harus dimanfaatkan secara bermakna. Waktu tidak hanya setara dengan
uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling
sulit untuk dikendalikan penggunaannya.[12]
Berkonsentrasi
Pada Hasil
Banyak orang
melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang super padat,
tetapi hanya membuahkan sedikit hasil. Itu dapat terjadi karena mereka tidak
berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara
efisien dan bekerja secara efektif. Beberapa kegiatan dapat membebaskan dari
tekanan tapi itu tak mancapai tujuan kita. Contohnya, ngeteh, ngopi, chatting
dulu.
Membuat
Rencana Tindakan
Sebuah rencana
tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk
mencapai sebuah tujuan, dimana fokus utamanya adalah pencapaian tujuan atau
keinginan mencapai sesuatu, buat gambaran gambling dari rencana tindakan, ini
akan memberi kita kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian
itu, dan memonitor kemajuan pencapaian tujuan kita.[13]
Jadwalkan
Waktu Untuk Bersantai
Secepat mungkin
menyelasaikan urusan ketika memungkinkan, lakukan tindakan pda hari yang sama
saat kita menerimanya. Jangan biarkan pikiran kita jadi terbebani dengan
tugas-tugas yang akan bertumpuk. Setelah kita mengatur waktu untuk usaha dan
rutinitas kita, pastikan kita menyisihkan waktu untuk bersantai dan menenangkan
pikiran.[14]
Bersikap
Tegas Pada Waktu
Dengan beberapa
point-point diatas diperlukan kesadaran oleh diri kita sendiri mengenai betapa
pentingnya waktu kita. Perlu adanya sikap tegas dalam menjalankan agenda
kegiatan kita tersebut. Kecuali ada halangan yang sangat penting sekali yang
dapat membuat jadwal kita menjadi sedikit goyah. Usahakan kegiatan yang tidak
sempat kita lakukan tersebut dilakukan sesegera mungkin. Dengan kita bisa
memanfaatkan atau mengatur waktu yang ada, kita dapat menciptakan peluang yang
lebih besar, peluang untuk usaha lebih baik, peluang untuk beribadah lebih
baik, peluang untuk kerja lebih baik, peluang untuk melakukan kegiatan yang
lebih baik untuk diri sendiri maupun orang lain atau peluang menjadi sukses
akan dapat dicapai lebih singkat jika kita bisa memanfaakan waktu. [15]
Cara Memiliki Hidup yang Maksimal
Waktu itu
berlalu sangat cepat dan tidak akan kembali. Ia adalah harta milik manusia yang
paling mahal. Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Menyia-nyiakan waktu sama
dengan membunuh diri secara perlahan. Orang yang hidupnya maksimal adalah
mereka yang menggunakan waktu sebaik-baiknya karena waktu tidak bisa diulang.
Selain dari tips-tips di atas ada pula beberapa strategi yang dapat kita
lakukan berhubungan dengan mangatur waktu untuk memiliki hidup yang maksimal.
Prioritas
Kita harus
memiliki urutan prioritas di dalam hidup ini. Jika tidak memiliki prioritas,
kita akan bingung dalam mengalokasikan sumber daya, entah tenaga, uang dan juga
waktu. Di dalam keluarga, prioritas utama adalah pasanga ( suami atau isteri ),
baru anak, kemudian orang tua dan mertua atau kakak dan adik maupun ipar. Di
dalam hidup pribadi prioritas pertama kita adalah keluarga, kedua pekerjaan,
ketiga kegiatan sosial atau pelayanan.[16]
Belajar
berkata ‘‘Tidak’’
Setelah tahu
prioritas, ternyata masih banyak orang gagal mengelola waktu, karena tidak bisa
berkata TIDAK. Orang yang tidak berani berkata tidak bisa karena takut ditolak,
sungkan, tidak tegas, tidak memiliki agenda dan target, tidak memiliki jadwal
di dalam hidup. Untuk mencapai hidup yang maksimal, kita harus mengelola waktu
sebaik mungkin. Karena itu, jika memang tidak perlu, belajarlah untuk berkata
‘‘tidak’’ atau menolah orang yang mau ketemu, mengakhiri meeting yang
berkepanjangan yang bukan bagian kita.
Latih
Tubuh Untuk Istirahat Optimal
Kurangi
jumlah tidur dan bekerja lebih banyak. Kurangi waktu tidur dan bergaul lebih
banyak, karena pergaulan memperluas jaringan dan yang namanya teman tidak
pernah cukup jumlahnya, dan teman selalu memberikan kontribusi positif. Latilah
tubuh untuk tidur malam hari 6 jam saja, itu sudah lebih dari cukup. Karena itu
persiapkan jam tidur dengan baik, supaya kualitas tidur kita bagus dan
istirahat dengan maksimal.[17]
Hobby
dan Kesenangan
Memang manusia
butuh hiburan, namun jika kita dalam tahap awal meniti karir atau membangun
usaha maka lakukanlah hobby yang sewajarnya. Terbaik jika kita hobby bekerja,
bekerja adalah kesenangan kita. Cepat atau lambat pasti kita akan kaya, sukses,
dan berhasil dengan pencapaian di atas rata-rata, lebih cepat dari orang lain.[18]
Rajin
Pangkal Kaya
Setiap orang
yang sukses, hidup maksimal terutama mereka yang mengawali hidup dari bawah,
bukan yang mewarisi kekayaan atau kesuksesan orang tua, adalah mereka yang
RAJIN. Waktu bagi setiap orang sama, 1 hari 24 jam, mereka yang rajin membuat
waktu lebih produktif. Jadi, jika kita mau sukses, berhasil dan kaya maka
rajin. Kita tidak bisa bermalas-malasan, buatlah diri kita antusias, bergairah
dalam bekerja. Buatah mimpi-mimpi, cita-cita, atau yang hendak kita raih atau
miliki.
Daftar Pustaka
Lembaga Alkitab
Indonesia ( LAI ) Perjanjian Baru.
Internet (www.
academia.edu)
Internet
(kingfeby.blogspot.com)
Gultom,
Pujiati. 2014. Panduan PK2MB UKRIM 2014.
Yogyakarta: UKRIM.
Wijarnako,
Jarot. 2010. Hidup Maksimal. Banten:
Happy Holy Kids.
Hulu, Yuprieli.
2006. Cermin Remaja 3. Jakarta: BPK
Gunung Mulia.
Lane, Tim.
2011. Relasi Kekusutan yang Layak
Dihadapi. Surabaya: Momentum.
Tomatala,
Yakob. 1997. Kepemimpinan yang Dinamis.
Malang: Gandum Mas.
Soehono, Agus.
2002. Hidup yang Berkenan. Jakarta:
BPK Gunung Mulia.
[1] Pujiati Gultom, Panduan PK2MB UKRIM2014 (Yogyakarta:
UKRIM, 2014), 54.
[2] Agus Soehono, Hidup yang Berkenan ( Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 2002), 55.
[4]Ibid., 17.
[5] Ibid.
[6] Tim Lane dan Paul Tripp, Relasi kekusutan yang layak dihadapi (
Surabaya: Momentum, 2011), 183-184.
[7] Jarot Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy
Kids, 2010), 44.
[8] Internet, Membagi Waktu Secara Efektif dan Efisien, kingfeby.blogspot.com.
[9]Internet, Membagi Waktu Secara Efektif dan Efisien, kingfeby.blogspot.com.
[10] Yakob Tomatala, Kepemimpinan yang Dinamis (Malang:
Gandum Mas, 1997), 302.
[11] Ibid.
[12] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 52.
[14] Ibid.
[15] Internet, Tips Mengatur Waktu, www.academia.edu.
[16] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 45-46.
[17] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 48.
[18] Ibid.,50.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar