Rabu, 20 Mei 2015

Bagaimana Mengatur Waktu dengan Baik???




MENGATUR WAKTU DENGAN BIJAK


Manajemen waktu adalah bagaimana seseorang mampu mengatur waktunya sedemikian rupa, sehingga tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sadar atau tidak, kita seringkali membuang waktu dengan percuma. Hal ini dapat kita lihat daro tugas yang dipercayakan kepada kita tidak dapat diselesaikan tepat waktu.[1]
Time is money adalah istilah bahasa Inggris yang umum dan telah memasyarakat. Makna dan artinya sesuai dengan situasi kota Jakarta yang selalu sibuk. Setiap orang berusaha memanfatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak jarang sebagian waktu habis di perjalanan yang selalu diwarnai dengan kemacetan lalu lintas. [2]
            Time is money mempunyai arti waktu itu berharga sekali, tetapi kenyataan berharga itu hanya  berada dalam material dan sangat disayangkan hal itu tidak dikaitkan dengan hal pelayanan kepada Tuhan atau kebutuhan rohani. Ada pepatah umum yang lain yang mengatakan , pergunakanlah kesempatan dalam kesempitan. Sebenarnya arti kesempatan yang sempit itu, sangat cocok dengan kehidupan jemaat Tuhan yang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk melakukan tugas dan janganlah menunda-nunda waktu. Sebab waktu kehidupan yang ada didepan telah sempit, dan kita terkadang selalu ingin menunda terus, karena dalam hati kecil kita sering mengatakan bahwa masih ada hari esok. [3]
            Ada sebuah contoh, dalam sebuah gereja ada seorang pemudi yang rindu dan ingin ikut dalam pelayanan Sekolah Minggu, namun ia selalu menunda dengan suatu alasan klasik yaitu dia selalu sibuk dengan urusan yang lain. Alasan yang dikemukakan selalu menyangkut dengan waktu. Sedang menghadapi ujian akhir, sibuk dengan pekerjaan yang baru, sedang mempersiapkan pesta perkawinwnnya, sedang hamil, anak pertama belum bisa ditinggal. Itulah sederet alasan yang dikemukakan pada saat ditanya oleh rekan-rekan guru Sekolah Minggu. Beberapa tahun kemudian sang pemudi jatuh sakit yang cukup serius, yaitu mengidap kanker yang cukup ganas. Pada saat rekan-rekan melawat kerumahnya, seketika ia teringat kembali pada kerinduannya yang lama untuk bisa ikut melayani Sekolah Minggu. Waktu yang selalu ditunda-tunda dan menganggap waktunya masih panjang, ternyata tidak sepanjang yang diharapkan. Rupanya kesempatan untuk ikut pelayanan dalam pekerjaan Tuhan sudah tidak ada lagi.
            Tuhan Yesus telah datang kedunia untuk menyelamatkan manusia dari lumpur dosa, dan merelakan kematian-Nya dikayu salib. Sebagai orang yang telah mempeoleh keselamatan, patutlah kita mempunyai rasa berhutang kepada Tuhan. Dan hutang itu hanya berupa kesediaan untuk melanjutkan misi Tuhan Yesus untuk menyelamatkan dunia dan memberitakan Injil keseluruh bumi (Matius 28 : 19).
Pentingnya Mengatur Waktu
            Detik demi detk begitu berarti, sehingga kita rugi jika tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Kita tidak dapat menahan perjalanan waktu sesuka kita. Akan tetapi kita harus menyesuaikan kegiata-kegiatan kita dalam perjalanan waktu. Sebab waktu selalu bergerak maju atau tidak pernah mundur. Peristiwa yang terjadi hari ini tidak dapat terulang pada hari-hari berikutnya. Oleh karena itu, kita perlu mengatur dan menggunakan waktu sebaik mungkin. Jika kita mampu mengatur waktu dengan baik, maka kegiatan dan hidup kita berjalan tertib sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.[4]
            Karena itu, kita harus membuat prioritas atas kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Selain itu, kita juga harus menggunakan waktu secara efisien dan efektif atau denga kata lain mengerjakan dan menghasilkan sesuatu dengan tenaga, bbiaya, dan waktu secara tepat serta berguna. Jika kita bermain tanpa batas waktu, maka kita akan kehilangan waktu untuk kegiatan lain yabg sangat kita butuhkan. Lebih dari itu, bahkan kita dapat terjerumus kedalam perbuatan-perbuatan yang awalnya iseng ternyata berakibat buruk dan membahayakan kita. Dengan menyadari hal ini, maka kita seharusnya memanfaatkan setiap waktu yang diberikan Allah kepada kita dengan penuh tanggung jawab.[5]
            Penggunaan waktu menyingkapkan sampai tingkat mana kita sedang diubahkan oleh anugerah Kristus. Waktu merupakan sebuah sumber yang kita semua miliki dalam jumlah yang sama. Dalam Efesus 5:15-21, Paulus berkata:
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. Dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang terhadap yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani.
Paulus menghubungkan komentar-komentarnya mengenai waktu dengan relasi kita dengan orang Kristen yang lain dan dunia. Dia berkata, ‘‘pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat’’. Terjemahan versi King James berkata, ‘‘tebuslah waktu, karena hari-hari adalah jahat’’.
            Panggilan untuk ‘‘tebuslah waktu’’ sama dengan ‘‘memanfaatkan waktu’’.  Sebuah terjemahan yang lebih literal dari ‘‘tebuslah waktu’’ adalah ‘‘membeli waktu’’. Ini adalah sebuah waktu dari kesempatan yang unik bagi kita untuk menunjukkan anugerah Kristus kepada orang lain. Suatu hari akan tiba saatnya ketika Kristus kembali dalam kuasa dan kemuliaan. Maka ketika kita menjalankan kehidupan kita dalam waktu sekarang ini, gunakanlah hingga sepenuhnya untuk menunjukkan anugerah Kristus kepada orang lain.[6]
Cara Mengatur Waktu
Waktu adalah sumber daya yang terbatas, tidak bisa diulang, terus berjalan dan satu hari sama bagi semua orang, tidak bisa lebih, satu hari adalah 24 jam, yang mengelola lebih baik akan mendapatkan hasil yang lebih pula. Hidup maksimal adalah masalah bagaimana kita mengisi waktu yang berlangsung begitu cepat.[7]
Banyak mahasiswa, terutama mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan kegiatan belajar di kampus, mereka kesulitan membagi waktu untu belajar. Sebenarnya mahasiswa memiliki waktu senggang yang cukup banyak, namun seringkali tidak digunakan dengan baik. Waktu selain kuliah biasa dihabiskan dengan rutinitas seperti shopping, fitness, jalan-jalan bahkan ada yang suka menggunakan waktu luangnya untuk berpacaran.[8]
Memang tidak ada cara yang ampuh yang berlaku bagi semua orang dalam manajemen waktu, selain dengan mengenali diri sendiri dengan ebih baik, serta menentukan cara agar bisa mempergunakan waktu dengan lebih efektif. Patut pula diingat bahwa inti dari manajemen waktu adalah konsentrasi pada hasil, dan bukan sekadar menyibukkan diri. Oleh karena itu, butuh cara atau tips yang mampu mengatur waktu dengan baik, sehingga kuliah bisa lulus tepat waktu dan mendapatkan nilai terbaik. Berikut ini ada beberapa langkah-langkah yang dapat kita ikuti dalam mengatur waktu kita untuk lebih efektif.
Pertama, gunakan selembar kertas dan buatlah daftar tugas. Kedua, memperkirakan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas. Ketiga, hilangkan tugas-tugas yang tidak perlu dari daftar kita. Apakah kita melakukan tugas-tugas ini karena kita suka atau karena kita merasa harus? Beritahu orang lain jika perlu. Keempat, delegasikan beberapa tugas kepada orang lain. Tulis nama mereka disamping setiap tugas yang kita delegasikan. Kelima, prioritaskan tugas-tugas kita dengan penomoran mereka dalam urutan terpenting.
Tips Dalam Membagi Waktu
Sebagian orang mampu memanfaatkan waktu untuk melakukan banyak hal yang positif dan produktif. Di lain pihak, justru menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa. Bahkan bagaimana dengan pihak lain yang malah menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat. Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua sejalan dengan berjalannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri. Berikut beberapa tips sederhana yang dapat kita lakukan bersama-sama untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik.[9]
Jangan Menunda
Salah satu kebiasaan buruk kita adalah suka menunda. Suka menunda adalah salah satu penyakit mental manusia, yang diciptakan oleh kita sendiri. Saat kita menunda sesuatu, itu berarti memperlambat pencapaian tujuan kita saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang. Dalam suatu kondisi waktu  beberapa detik saja dapat menentikan nasib seseorang. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline dan targeting untuk tujuan yang harus dicapai.[10]
Kenali Kegiatan yang Kita Lakukan
Memori otak kita mungkin adalah pengingat yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana kita melewatkan waktu. Cara terbaik untuk merekam aktivitas kita sepanjang hari adalah dengan mencatat apa yang kita lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam sehari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat atau tindakan yang efisien. Kurangi waktu yang kita gunakan untuk  bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak menghasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak terlalu penting.[11]
Buat Jadwal atau Agenda Kegiatan yang Tepat
Dalam memanfaatkan waktu yang efisien, pembuatan jadwal dalam agenda hidup, akan membantu kita lebih efektif dalam mengelola waktu dan menghindari dari aktivitas yang kurang bermanfaat. Bagi kebanyakan orang waktu dilewatkan begitu saja, tanpa harus dimanfaatkan secara bermakna. Waktu tidak hanya setara dengan uang, namun lebih dari itu. Waktu merupakan aset tak kasat mata yang paling sulit untuk dikendalikan penggunaannya.[12]
Berkonsentrasi Pada Hasil
Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang hari dengan aktivitas yang super padat, tetapi hanya membuahkan sedikit hasil. Itu dapat terjadi karena mereka tidak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Beberapa kegiatan dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mancapai tujuan kita. Contohnya, ngeteh, ngopi, chatting dulu.
Membuat Rencana Tindakan
Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan, dimana fokus utamanya adalah pencapaian tujuan atau keinginan mencapai sesuatu, buat gambaran gambling dari rencana tindakan, ini akan memberi kita kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuan pencapaian tujuan kita.[13]
Jadwalkan Waktu Untuk Bersantai
Secepat mungkin menyelasaikan urusan ketika memungkinkan, lakukan tindakan pda hari yang sama saat kita menerimanya. Jangan biarkan pikiran kita jadi terbebani dengan tugas-tugas yang akan bertumpuk. Setelah kita mengatur waktu untuk usaha dan rutinitas kita, pastikan kita menyisihkan waktu untuk bersantai dan menenangkan pikiran.[14]
Bersikap Tegas Pada Waktu
Dengan beberapa point-point diatas diperlukan kesadaran oleh diri kita sendiri mengenai betapa pentingnya waktu kita. Perlu adanya sikap tegas dalam menjalankan agenda kegiatan kita tersebut. Kecuali ada halangan yang sangat penting sekali yang dapat membuat jadwal kita menjadi sedikit goyah. Usahakan kegiatan yang tidak sempat kita lakukan tersebut dilakukan sesegera mungkin. Dengan kita bisa memanfaatkan atau mengatur waktu yang ada, kita dapat menciptakan peluang yang lebih besar, peluang untuk usaha lebih baik, peluang untuk beribadah lebih baik, peluang untuk kerja lebih baik, peluang untuk melakukan kegiatan yang lebih baik untuk diri sendiri maupun orang lain atau peluang menjadi sukses akan dapat dicapai lebih singkat jika kita bisa memanfaakan waktu. [15]
Cara Memiliki Hidup yang Maksimal
Waktu itu berlalu sangat cepat dan tidak akan kembali. Ia adalah harta milik manusia yang paling mahal. Waktu adalah kehidupan kita sendiri. Menyia-nyiakan waktu sama dengan membunuh diri secara perlahan. Orang yang hidupnya maksimal adalah mereka yang menggunakan waktu sebaik-baiknya karena waktu tidak bisa diulang. Selain dari tips-tips di atas ada pula beberapa strategi yang dapat kita lakukan berhubungan dengan mangatur waktu untuk memiliki hidup yang maksimal.
Prioritas
Kita harus memiliki urutan prioritas di dalam hidup ini. Jika tidak memiliki prioritas, kita akan bingung dalam mengalokasikan sumber daya, entah tenaga, uang dan juga waktu. Di dalam keluarga, prioritas utama adalah pasanga ( suami atau isteri ), baru anak, kemudian orang tua dan mertua atau kakak dan adik maupun ipar. Di dalam hidup pribadi prioritas pertama kita adalah keluarga, kedua pekerjaan, ketiga kegiatan sosial atau pelayanan.[16]
Belajar berkata ‘‘Tidak’’
Setelah tahu prioritas, ternyata masih banyak orang gagal mengelola waktu, karena tidak bisa berkata TIDAK. Orang yang tidak berani berkata tidak bisa karena takut ditolak, sungkan, tidak tegas, tidak memiliki agenda dan target, tidak memiliki jadwal di dalam hidup. Untuk mencapai hidup yang maksimal, kita harus mengelola waktu sebaik mungkin. Karena itu, jika memang tidak perlu, belajarlah untuk berkata ‘‘tidak’’ atau menolah orang yang mau ketemu, mengakhiri meeting yang berkepanjangan yang bukan bagian kita.
Latih Tubuh Untuk Istirahat Optimal
            Kurangi jumlah tidur dan bekerja lebih banyak. Kurangi waktu tidur dan bergaul lebih banyak, karena pergaulan memperluas jaringan dan yang namanya teman tidak pernah cukup jumlahnya, dan teman selalu memberikan kontribusi positif. Latilah tubuh untuk tidur malam hari 6 jam saja, itu sudah lebih dari cukup. Karena itu persiapkan jam tidur dengan baik, supaya kualitas tidur kita bagus dan istirahat dengan maksimal.[17]
Hobby dan Kesenangan
Memang manusia butuh hiburan, namun jika kita dalam tahap awal meniti karir atau membangun usaha maka lakukanlah hobby yang sewajarnya. Terbaik jika kita hobby bekerja, bekerja adalah kesenangan kita. Cepat atau lambat pasti kita akan kaya, sukses, dan berhasil dengan pencapaian di atas rata-rata, lebih cepat dari orang lain.[18]
Rajin Pangkal Kaya
Setiap orang yang sukses, hidup maksimal terutama mereka yang mengawali hidup dari bawah, bukan yang mewarisi kekayaan atau kesuksesan orang tua, adalah mereka yang RAJIN. Waktu bagi setiap orang sama, 1 hari 24 jam, mereka yang rajin membuat waktu lebih produktif. Jadi, jika kita mau sukses, berhasil dan kaya maka rajin. Kita tidak bisa bermalas-malasan, buatlah diri kita antusias, bergairah dalam bekerja. Buatah mimpi-mimpi, cita-cita, atau yang hendak kita raih atau miliki.
















Daftar Pustaka
Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI ) Perjanjian Baru.
Internet (www. academia.edu)
Internet (kingfeby.blogspot.com)
Gultom, Pujiati. 2014. Panduan PK2MB UKRIM 2014. Yogyakarta: UKRIM.
Wijarnako, Jarot. 2010. Hidup Maksimal. Banten: Happy Holy Kids.
Hulu, Yuprieli. 2006. Cermin Remaja 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Lane, Tim. 2011. Relasi Kekusutan yang Layak Dihadapi. Surabaya: Momentum.
Tomatala, Yakob. 1997. Kepemimpinan yang Dinamis. Malang: Gandum Mas.
Soehono, Agus. 2002. Hidup yang Berkenan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.






[1] Pujiati Gultom, Panduan PK2MB UKRIM2014 (Yogyakarta: UKRIM, 2014), 54.

[2] Agus Soehono, Hidup yang Berkenan ( Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002), 55.

[3] Yuprieli Hulu dan Flavianus Perta Teo, Cermin Remaja ( Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006 ), 16.


[4]Ibid., 17.

[5] Ibid.

[6] Tim Lane dan Paul Tripp, Relasi kekusutan yang layak dihadapi ( Surabaya: Momentum, 2011), 183-184.

[7] Jarot Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 44.

[8] Internet, Membagi Waktu Secara Efektif dan Efisien, kingfeby.blogspot.com.
[9]Internet, Membagi Waktu Secara Efektif dan Efisien, kingfeby.blogspot.com.

[10] Yakob Tomatala, Kepemimpinan yang Dinamis (Malang: Gandum Mas, 1997), 302.

[11] Ibid.

[12] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 52.
[13] Internet, Membagi Waktu Secara Efektif dan Efisien, www.kingfeby.blogspot.com.


[14] Ibid.
[15] Internet, Tips Mengatur Waktu, www.academia.edu.

[16] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 45-46.
[17] Wijanarko, Hidup Maksimal ( Banten: Happy Holy Kids, 2010), 48.

[18] Ibid.,50. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar